Barcelona Ganti Pelatih Dan Belum Berhasil

Barcelona Ganti Pelatih Dan Belum Berhasil – Pergantian pelatih di klub Barcelona sering terjadi dalam 2 tahun terakhir. Ini membuktikan bahwa kursi manager tidak bisa di duduki oleh sembarang orang. Ernesto Valverde adalah sosok pelatih pertama yang di depak dari posisi penting itu.

Almeghar – Salah satu contoh yang mengalami panasnya kursi tersebut yaitu Valverde. Setelah sukses mengantarkan Barcelona meraih gelar La Liga yang ke 2 kalinya ia di pecat dari klub Barcelona.

Barcelona Ganti Pelatih Dan Belum Berhasil

Ernesto Valverde sukses meraih 4 gelar dalam waktu 2 setengah musim. Ia juga berkontribusi bagi pemain Barcelona termasuk Lionel Messi yang meraih Trofi Copa del Rey dan Supercopa de Espana. Namun sayangnya dia tidak bertahan lama menjabat pelatih Barcelona.

Sangat sedikit pelatih yang mampu meraih prestasi tersebut, walaupun dalam catatan Barcelona ada banyak pelatih yang berkontribusi lebih baik dan pada akhirnya harus merasakan surat pemecatan dari manajemen klub.

Menyaksikan dari Kejauhan

Bagi setiap orang percaya bahwa melakukan pergantian pelatih adalah solusi yang baik untuk membantu klub meraih hasil positif. Akan tetapi kenyataan nya tidak seperti yang di bicarakan, Barcelona tidak mengalami peningkatan sejak memecat Valverde melainkan sangat menurun.

Setelah pemecatan tersebut kursi panas di isi oleh Quique Setien. Dan pada akhirnya beliau juga hanya bertahan tidak sampai 1 tahun.

Lalu kursi panas tersebut di berikan kepada Ronald Koeman. Ronald Koeman adalah pelatih Timnas Belanda yang akhirnya lebih memilih melatih di Camp Nou. Namun sayangnya ia hanya bisa bertahan kurang lebih 1 tahun lalu di gantikan oleh pelatih sekarang yaitu Xavi Hernandez.

Tidak Cukup

Valverde masih sedikit tidak menerima atas keputusan manajemen klub saat itu. Prestasi yang ia raih tidak buruk melainkan cukup baik jika di bandingkan dengan 2 pelatih setelahnya.

“Kami memenangkan dua gelar liga dan itu bagus, tapi tidak cukup buat beberapa orang,” lanjut Valverde lagi, yang sudah jarang muncul di permukaan sejak meninggalkan Barcelona.

“Saya berada di sana selama dua setengah tahun, dalam tiga tahun pertama fase grup Liga Champions dengan satu laga yang tersisa, dalam tiga tahu kami tidak membutuhkan pertandingan terakhir.”

“Namun hal semacam ini ketika terjadi, itu bagus, tapi saya dan tim secara keseluruhan mengapresiasinya, namun tidak buat orang lain, tapi kami mengapresiasinya karena itu sulit dan sekarang… silahkan lihat,” pungkasnya.

Sumber : bola.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *